Yuk, Kenali Lebih Dalam Gedung Sate Landmark Kebanggaan Kota Bandung!

Gedung Sate

Siapa yang tidak tahu Gedung Sate ini? Gedung ikonik Kota Bandung ini terkenal dengan ciri khasnya berupa ornamen tusuk sate pada menara sentralnya. Tidak hanya dikenal oleh warga masyarakat Bandung namun juga seluruh masyakarat Indonesia. Bahkan model bangunannya menjadi inspirasi atau penanda bagi kota-kota di Jawa Barat seperti bagian depan Stasiun KA Tasikmalaya.

Gedung Sate sarat akan nilai historisnya. Semula, gedung indah ini disebut Gedung Hebe, yang diserap dari singakatan GB atau Gouvernmenet Bedrivjen. Namun, sejak 1960-an masyarakat Bandung dan sekitarnya memberi nama Gedung Sate hingga saat ini.  Alasannya tak lain karena di puncak menara gedung terdapat ornament tusuk sate dengan enam ornament berbentuk jambu air. Konon, keenam ornament tersebut melambangkan modal awal pembangunan pusat pemerintahan sebesar enam juta gulden. Tusuk sate yang tertancap di puncak bangunan ini semakin menguatkan ciri khasnya.

Lebih dari 90  tahun umurnya saat ini masih kokoh berdiri dan menjadi saksi perjalanan pemerintahan Jawa Barat  menuju tercapainya  masyrakat gemah ripah repeh rapih kerta raharja.

Banyak arsitek setuju bahwa landmark kebangaan in iadalah bangunan monumental yang anggun dan mempesona dengan corak arsitektur unik mengarah kepada gaya arsitektur Indo – Eropa (Indo Europeeschen Architectuur Stijl). Gedung ini merupakan suatu karya arsitektur besar yang berhasil memadukan langgam timur dan barat secara harmonis.

Baca juga: Apa saja yang ada di dalam Gedung Sate, ya?

Lokasi dan Harga Tiket:

Gedung historis ini berlokasi di Jalan Diponegoro No. 22 Kelurahan Cihaurgeulis, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Untuk bisa menikmati seluruh fasilitas dan museum yang ada hanya dikenai tiket dengan harga Rp. 5000/orang.

Baca juga:

Hore, Sekarang Bisa Mengunjungi Gedung Sate di Akhir Pekan!

Jika ingin meniikmati permainan Augmented Reality (AR) dengan animasi orang Belanda dan para pekerja pembangunan pada jaman dahulu, kalian bisa memasuki ruangan yang terletak di sebelah ruang audio visual. Setelah puas menikmati AR tersebut pengunjung bisa menuju ruang terbuka yang berada tepat di sebelah ruangan Augmented Reality untuk melakukan simulasi pemandangan gedung melalui balon terbang.

Untuk lantai 2 dan 3 dimanfaatkan untuk ruangan pemerintahan Provinsi Jawa Barat sehingga terdapat beberapa ruang rapat yang sering dipakai. Kemudian, naik ke lantai 5 atau yang disebut sebagai “Menara” merupakan area untuk melihat sebagian Kota Bandung dari lantai paling tinggi dari gedung ini.

Baca juga:

Berani uji nyali di Gedung Sate Bandung?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy link
Powered by Social Snap