Pembangunan Waterboom di Sesar Lembang dan Gelombang Penolakan

Sesar Lembang

Pembangunan Waterboom di Sesar Lembang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan banyak orang. Tanah seluas 20 hektare di atas Sesar Lembang di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, akan dijadikan lokasi wisata baru berupa taman bermain air atau lebih dikenal dengan waterboom.

Sesar Lembang atau Patahan Lembang memiliki daya tarik tersendiri, yaitu pemandangan yang indah. Tapi di balik itu ada potensi bencana yang mengintai, yaitu gempa bumi.

Hal tersebut telah dikonfirmasi langsung ke Kepala Desa Pagerwangi Agus Ruhidayat, dikutip berdasarkan wawancaran dengan Kompas.

“Kalau izin awalnya awalnya agrowisata, namanya Noah Park. Cuma tercantum ada permainan anak, saya konfirmasi waterboom itu bagian dari permainan anak,” ucap Agus.

Agus menambahkan, wisata waterboom tersebut berdiri di atas tanah milik Pandam Dharmawan dan dikelola oleh PT DAM Utama Sakti. Izin wisata tersebut sudah diperoleh sejak tahun 2017 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan izinnya dikeluarkan oleh kepala desa sebelumnya.

Agus membenarkan kalau rencana pembangunan tempat wisata tersebut berada tepat di atas Sesar Lembang yang memiliki potensi bencana tinggi.

Namun lantaran izin sudah terlanjut keluar, hanya imbauan yang bisa diberika pada pengelola agar membuat wisata yang meminimalisir dampak dari gempa. BNPB, LIPI sampai ITB sudah mengimbau bahwa di jalur Sesar Lembang semua pihak harus waspada. Namun rupanya, peringatan tersebut tidak digubris pihak pengelola.

Gelombang Penolakan Pembangunan Waterboom di Sesar Lembang

Wawan sebagai ketua RW 02 Desa Pagerwangi mengatakan, hingga saat ini pihak pengelola tempat wisata belum melakukan sosialisasi kepada warga terkait rencana pembangunan waterboom.

Warga pun dikatakan sementara ini menolak kehadiran waterboom dilokasi tersebut. Warga khawatir akan ada kerusakan alam yang ditimbulkan dari pembangunan wisata tersebut.

Belum lagi, kawasan tersebut berada di Kawasan Bandung Utara (KBU) dan masuk kawsan rawan bencana (KRB) Sesar Lembang yang berpotensi menimbulkan gempa besar.

Petisi Mulai Digaungkan Menolak Pembangunan Waterboom

Dikutip dari laman petisi tersebut, bahwa di tanah Lembang, ada sesar sepanjang 29 kilometer yang kalau bergeser bisa mengakibatkan gempa 6,5 hingga 7,0 magnitudo. Gempa terakhir akibat Sesar Lembang ini diperkirakan terjadi pada abad ke 15, namun bahaya akan potensi gempa besar terus menghantui.

Ribuan orang telah menandatangani petisi tersebut dan jumlahnya terus bertambah. Meminta pihak-pihak terkait untuk menghentikan segala bentuk pembangunan di kawasan Sesar Lembang.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy link
Powered by Social Snap