Sejarah Valentine Sebenarnya, Begini Penjelasan Dosen Unpad

Sejarah Valentine Sebenarnya

Hari Valentine jatuh pada tanggal 14 Februari, namun sejarah valentine sebenarnya masih banyak yang belum tahu, karena banyaknya versi yang beredar di masyarakat.

Disadur dari Republika, bahwasanya Hari Valenting yang dirayakan sebagian orang pada tanggal 14 Februari pada awalnya berupa kisah perjuangan seorang pendeta Katolik. Tapi, ada pihak-pihak yang membelokkan maknanya dengan motif ekonomi.

Dosen Sejarah Universitas Padjajaran, Tiar Anwar menjelaskan, asal usul hari Valentine adalah kematian Santo Valentinus pada 14 Februari pada awal abad pertengahan atau sekitar abad ke-5 Masehi. Umat Katolik pada saat itu melaksanakan misa khusus setiap 14 Februari demi mengenang Santo Valentinus.

Tiar menyebutkan, Santo Valentinus dihormati dan dianggap orang suci karena kerelaannya mengorbankan diri. “Gereja pada abad pertengahan itu, terutama awal-awal berhadapan dengan orang Pagan, Yahudi, dan Romawi, yang tidak menerima agama Kristen. Santo Valentinus kemudian menjadi korban karena memperjuangkan keyakinannya,” jelas Tiar.

Seiring berjalannya waktu, lanjut Tiar, masyarakat di wilayah Eropa dan Amerika mulai memaknai misa Valentine sebagai hari kasih sayang. “Misa terhadap Santo Valentinus itu kemudian dikatkan dengan pengorbanan dalam percintaan. Dikaitkan dengan hari cinta kasih,” ucapnya.

Industrialisasi Mengubah Makna Valentine Sebenarnya

Sejak abad 18 Masehi atau memasuki era industrialisasi, hari Valentine mulai diperingati dengan cara berbeda. Semulanya sebagai perayaan pengorbanan seseorang dan sebagai lambang kasih sayang, bergeser menjadi dengan dengan praktik pergaulan bebas. Perubahan ini disebabkan oleh kapitalisme yang mencari keuntungan dari perayaan ini.

“Para kapitalis memanfaatkan isu Valentine ini sebagai sarana cari untung dengan mengampanyekan seks bebas. Padahal aslinya sama sekali tidak ada hubungannya dengan begituan,” ucap Tiar.

Tiar menjelaskan, hal itu didukung dengan meningkatnya penjualan produk-produk tertentu, seperti kondom, minuman keras, kamar hotel serta kunjungan ke diskotik saat Valentine. “Itu yang meramaikan dan mengiatkannya dengan seks bebas ya industri-industri ini. Bahkan mereka promo besar-besaran setiap hari Valentine,”

Berhasilnya industri mengeksploitasi hari Valentine pada akhirnya ikut dilakukan praktiknya di Indonesia. “Muncul di Indonesia itu trennya setelah Orde Baru,” ucap Tiar.

Begitulah sejarah Valentine sebenarnya, ada pergeseran makna dengan apa yang dipahami masyarakat saat ini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy link
Powered by Social Snap